Tampilkan postingan dengan label Pintar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pintar. Tampilkan semua postingan

28 Oktober 2011

Amis teh lain dina Gula wungkul

..bismillahirrohmaanirrohiim..

"Amis teh lain dina gula wungkul"
("manis bukan hanya pada Gula")

Kalimat "AMIS teh lain dina gula wungkul", mun diteuleuman lewih jero, lain ukur ngadongengkeun gula, boh gula bodas atawa gula beureum, sumawona ngadongengkeun madu atawa tiwu.

Kalimat nu siga kalimat eta loba pisan. Saperti "ASIN teh lain dina uyah wungkul", "LADA teh lain dina cengek wungkul", "HASEUM teh lain dina asem wungkul", "HEJO teh lain dina daun wungkul", jeung rea rea deui.

Leuwih ti eta mun dilebarkeun deui, khususna nyangkut paut kana diri pribadi, "PINTER teh lain di urang wungkul, dinu sejen ge nyampak", "BODO teh lain di urang wungkul, dinu sejen ge nyampak", "KEDUL teh lain di urang wungkul, dinu sejen ge nyampak", "RAJIN teh lain di urang wungkul, dinu sejen ge nyampak", "HARIWANG teh lain di urang wungkul, dinu sejen ge nyampak", "SIEUN teh lain di urang wungkul, dinu sejen ge nyampak", "ADIGUNG KUMULUHUNG teh lain di urang wungkul, dinu sejen ge nyampak", jeung rea rea deui.

Dina belajar netral, urang "balikeun" kalimatna, "PINTER teh lain di batur wungkul, dina diri ge nyampak", "BODO teh lain di batur wungkul, dina diri ge nyampak", "KEDUL teh lain di batur wungkul, dina diri ge nyampak", "RAJIN teh lain di batur wungkul, dina diri ge nyampak", "HARIWANG teh lain di batur wungkul, dina diri ge nyampak", "SIEUN teh lain di batur wungkul, dina diri ge nyampak", "ADIGUNG KUMULUHUNG teh lain di batur wungkul, dina diri ge nyampak".

PINTER teh lain di urang jepang wungkul, di Urang Indonesia ge nyampak. Naha bade dianggo naon PINTER nu Alloh nu tumiba ka urang teh?

RAJIN teh lain di urang jepang wungkul, di Urang Indonesia ge nyampak. Naha bade dianggo naon RAJIN nu Alloh nu tumiba ka urang teh?

Mangga diteraskeun bae.. kana BODO sareng saterasna, tafakuraneun pikeun urang masing-masing.

Hal ieu diguar, utamana pikeun pribadi sanes bade mapatahan batur, ngarumasakeun diri loba keneh omeaneun, masih didikeun, binaeun, bejaaneun.

{(B. Indonesia)
"Manis itu tidak hanya dalam Gula"

Kalimat "Manis itu tidak hanya dalam Gula saja", klo difahami lebih dalam lagi, bukan hanya menceritakan gula saja, baik gula putih atau gula merah, begitupula menceritakan madu atau tebu.

Kalimat yang mirip seperti itu cukup banyak. Seperti:

"ASIN itu bukan hanya pada Garam saja",
"Pedas itu bukan hanya pada cabe rawit saja",
"ASAM itu bukan hanya pada buah Asem saja",
"HIJAU itu bukan hanya pada daun saja", dan sebagainya.

Lebih dari itu jika diperluas lagi, khususnya berkaitan dengan diri pribadi,

"PINTER itu bukan hanya pada diri pribadi saja, diri yang lain pun terdapat/disertai PINTAR / kePINTARan",

"BODOH itu bukan hanya pada diri pribadi saja, diri yang lain pun terdapat/disertai BODOH / keBODOHan",

"MALAS itu bukan hanya pada diri pribadi saja, diri yang lain pun terdapat/disertai MALAS / keMALASan",

"RAJIN itu bukan hanya pada diri pribadi saja, diri yang lain pun terdapat/disertai RAJIN / keRAJINan",

"KHAWATIR itu bukan hanya pada diri pribadi saja, diri yang lain pun terdapat/disertai KHAWATIR / keKHAWATIRan",

"TAKUT itu bukan hanya pada diri pribadi saja, diri yang lain pun terdapat/disertai TAKUT / keTAKUTan",

"SOMBONG itu bukan hanya pada diri pribadi saja, diri yang lain pun terdapat/disertai SOMBONG / keSOMBONGan", dan masih banyak lagi.

Dalam pembelajaran netral, kita "balikan" kalimatnya menjadi:,

"PINTER itu bukan hanya pada diri yang lain, pada diri pribadi pun terdapat/disertai PINTAR / kePINTARan",

"BODOH itu bukan hanya pada diri yang lain, pada diri pribadi pun terdapat/disertai BODOH / keBODOHan",

"MALAS itu bukan hanya pada diri yang lain, pada diri pribadi pun terdapat/disertai MALAS / keMALASan",

"RAJIN itu bukan hanya pada diri yang lain, pada diri pribadi pun terdapat/disertai RAJIN / keRAJINan",

"KHAWATIR itu bukan hanya pada diri yang lain, pada diri pribadi pun terdapat/disertai KHAWATIR / keKHAWATIRan",

"TAKUT itu bukan hanya pada diri yang lain, pada diri pribadi pun terdapat/disertai TAKUT / keTAKUTan",

"SOMBONG itu bukan hanya pada diri yang lain, pada diri pribadi pun terdapat/disertai SOMBONG / keSOMBONGan", dan masih banyak lagi.

(adapaun contoh lain seperti:)

PINTER itu tidak hanya pada orang-orang jepang saja, di orang-orang Indonesia-pun disertai PINTAR. Lantas mau dipakai apa PINTAR milik Alloh yang menyertai kita itu?

RAJIN itu tidak hanya pada orang-orang jepang saja, di orang-orang Indonesia-pun disertai RAJIN. Lantas mau dipakai apa RAJIN milik Alloh yang menyertai kita itu?

Silahkan lanjutkan.. pada contoh kalimat BODOH dan sebagainya, itu merupakan salah satu bahan tafakur kita masing-masing.

Hal ini dikemukakan, terutama untuk pribadi, bukan untuk menasihati orang lain, merasakan diri masih banyak yang harus diperbaiki, masih banyak butuh pembelajaran, masih butuh dibina, dan dinasihati.

04 Februari 2009

Bismillahi sami'il 'alim

Dari yang saya dapat dan saya pelajari.


Bismillahi sami'il 'alim

Dari buku peninggalan Mama Sepuh yang pernah saya baca, dijelaskan bahwa:
Bi ismi Allah >>> Ku nyebat Jenengan Allah (Dengan menyebut Nama Allah)

Yaa Sami'u =
He Dzat Nu Kagungan DANGU (Wahai Dzat Yang Memiliki DENGAR/PENDENGARAN)/
He Dzat Nu Nga-DANGU-keun (Wahai Dzat Yang Men-DENGAR-kan)
>>> Nama Allah yang Perkaranya Mendengar

Yaa 'Alimu =
He Dzat Nu Kagungan UNINGA (Wahai Dzat Yang Memiliki TAHU/PENGETAHUAN)
He Dzat Nu Ng-UNINGA-keun (Wahai Dzat Yang Men-TAHU-kan)
>>> Nama Allah yang Perkaranya Mengetahui

Dzat Allah Ta'alla, Dzat Yang Memiliki DENGAR/PENDENGARAN juga Dzat Yang Memiliki

TAHU/PENGETAHUAN. Sifat Mendengar ataupun Sifat Mengetahui menyertai(sunda=tumerap/terap) Mahluk, seperti manusia.

Manusia dibisakan menDENGAR(menikmati pendengaran) Karena DENGAR/PENDENGARAN milik Allah, Manusia dibisakan mengeTAHUi(menikmati pengetahuan) Karena TAHU/PENGETAHUAN milik Allah, dan lain sebagainya.

Dari mulai Nabi Adam AS digelarkan, DENGAR/PENDENGARAN telah menyertainya, hingga sekarang, begitu pula TAHU/PENGETAHUAN.

PENDENGARAN dan PENGETAHUAN milik Allah telah tunduk patuh sebagaimana tugasnya ketika menyertai manusia. PENDENGARAN dan PENGETAHUAN tidak pernah sombong ataupun berteriak "HAi... kami telah membuat manusia mendengar dan Tahu akan hal-hal yang mereka belum tahu.. Aku Hebat Ya!!!".
Sebagai bahan Tafakur, Telah kita gunakan untuk apa PENDENGARAN dan PENGETAHUAN yang menyertai kita? Apa untuk kebaikan atau keburukan?

Itu baru 2 perkara milik Allah. Bagaimana dengan perkara lainnya milik Allah yang menyertai kita? seperti PENGLIHATAN dan MATA, LANGKAH dan KAKI, GENGGAMAN dan TANGAN, PENCIUMAN dan HIDUNG, PIKIRAN dan OTAK, PERASAAN dan HATI, AKAL, KEINGINAN, HARAPAN, SENANG, SEDIH, PINTAR, BODOH, GIAT/RAJIN, MALAS dll. Telah kita gunakan untuk apa? Apa untuk kebaikan atau keburukan?

Demikian Sedikit Sharing apa-apa yang didapat. Semoga bisa menjadi bahan tafakur untuk kita semua, terutama saya pribadi.

29 Januari 2009

Sebenarnya Siapa BODOH teh?

BODOH ialah mahluk milik Allah yang menyertai mahluk lainnya yang juga milik Allah seperti menyertai manusia, tapi bukan hanya BODOH yang menyertai Manusia, mahluk milik Allah yang juga menyertai manusia yaitu PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, KEINGINAN, HARAPAN, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll.(boleh ditambahkan jika berkenan).
Jika BODOH berkata, "Saya ini BODOH", kalimat tersebut sangat PAS, karena yang mengatakan kalimat tersebut ialah BODOH itu sendiri.
Jika Manusia berkata, "Saya ini BODOH", Kalimat tersebut Kurang PAS. Yang PAS menurut pengetahuan yang saya pelajari ialah "Abdi mah diterapan BODO"/"Saya mah disertai BODOH"
Maksudnya teh supaya kita lebih mengenal Anggota Negara badan yang kita tempati.
Jangan sampai kita ini Merasa Kalau : BODOH, PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, BAGEUR, BENER, KASEP, GEULIS, CANTIK, GANTENG, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll itu adalah SAYA/Abdi
Tetapi: BODOH, PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, BAGEUR, BENER, KASEP, GEULIS, CANTIK, GANTENG, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll itu menyertai Saya.
Itulah sebabnya pada postingan sebelumnya dibahas tentang Negara Badan.
Masih dari pengetahuan yang saya pelajari dikatakan:BODOH Selamanya BODOH, dari masa nabi adam hingga kini, BODOH tetaplah BODOH, BODOH tidak pernah PINTAR, dan PINTAR tidak pernah BODOH.
PINTAR Selamanya PINTAR, dari masa nabi adam hingga kini, PINTAR tetaplah PINTAR, PINTAR tidak pernah BODOH, dan BODOH tidak pernah PINTAR.
Tapi......Seseorang, Ia disertai PINTAR dan BODOH, kadang-kadang PINTAR kadang-kadang BODOH. Sebentar PINTAR sebentar BODOH. Disebut PINTAR dan BODOH hanya pada Waktunya Terjadi.
Contoh Saya Sendiri: Saya bisa dikatakan sedang PINTAR, jika berbicara tentang mengendarai sepeda motor(maksudnya Bisa mengendarai motor), tapi saya Bisa Dikatakan sedang BODOH, jika disuruh mengendarai Mobil.
Contoh lain: Albert Einstein Katanya seorang yang disertai dengan kejeniusan kata lainnya PINTAR. Tapi mungkin Ia akan disebut sedang mengalami keBODOHan, Jika ia disuruh Berbahasa INDONESIA.
BODOH mengandung makna "Tidak Tahu".
Masih dari pengetahuan yang saya dapat dan saya pelajari, dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW, menggunakan PINTAR dan BODOH yang menyertainya untuk melakukan Amal kebaikan.Bagaimana Menggunakan PINTAR yang menyertainya? Dengan Melaksanakan Apa-apa perintah yang dianjurkan seperti salah satunya memberi sodakoh, atau Zakat, membantu yang kurang dimampukan dari segi materi, Nabi Muhammad SAW akan menggunakan PINTAR milik Allah, yang menyertainya, untuk dapat sungguh-sungguh dalam menjalankannya.
Tapi....Beliau akan menggunakan BODOH, dalam melaksanakan Hal-hal yang dicegah untuk dilakukan. dengan kata lain beliau Tidak melaksanakan hal-hal yang dilarang berdasarkan Hukum yang tentu(ALQur'an).

28 Januari 2009

Bodoh Karena Apa?

Ada yang bertanya begini:
"kebodohan manusia apakah karena kesalahan Allah SWT ?"
Bingung Juga jawabnya.
Malah muncul pertanyaan dalam diri "Bagaimana Jika begini?"

"keBODOHan manusia karena BODOH milik Allah SWT"
"kePINTARan manusia karena PINTAR milik Allah SWT"
"keLUPAan manusia karena LUPA milik Allah SWT"
"keRAJINan manusia karena RAJIN milik Allah SWT"
"keCANTIKn manusia karena CANTIK milik Allah SWT"
"keTELEDORan manusia karena TELEDOR milik Allah SWT"
"keSALAHANan manusia karena SALAH milik Allah SWT"
"keBAIKan manusia karena BAIK milik Allah SWT"
DLL..

mmmmmm...????

Pintar dan Bodoh

BODOH ialah mahluk milik Allah yang menyertai mahluk lainnya yang juga milik Allah seperti menyertai manusia, tapi bukan hanya BODOH yang menyertai Manusia, mahluk milik Allah yang juga menyertai manusia yaitu PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, KEINGINAN, HARAPAN, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll.(boleh ditambahkan jika berkenan).

Jika BODOH berkata, "Saya ini BODOH", kalimat tersebut sangat PAS, karena yang mengatakan kalimat tersebut ialah BODOH itu sendiri.

Jika Manusia berkata, "Saya ini BODOH", Kalimat tersebut Kurang PAS. Yang PAS menurut pengetahuan yang saya pelajari ialah "Abdi mah diterapan BODO"/"Saya mah disertai BODOH", maksudnya Ialah supaya kita lebih mengenal Anggota Negara badan yang kita tempati.

Jangan sampai kita ini Merasa Kalau : BODOH, PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, BAGEUR, BENER, KASEP, GEULIS, CANTIK, GANTENG, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll itu adalah SAYA/Abdi

Tetapi: BODOH, PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, BAGEUR, BENER, KASEP, GEULIS, CANTIK, GANTENG, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll itu menyertai Saya.

Masih dari pengetahuan yang saya pelajari dikatakan:
BODOH Selamanya BODOH, dari masa nabi adam hingga kini, BODOH tetaplah BODOH, BODOH tidak pernah PINTAR, dan PINTAR tidak pernah BODOH.

PINTAR Selamanya PINTAR, dari masa nabi adam hingga kini, PINTAR tetaplah PINTAR, PINTAR tidak pernah BODOH, dan BODOH tidak pernah PINTAR.

Tapi......
Seseorang, Ia disertai PINTAR dan BODOH, kadang-kadang PINTAR kadang-kadang BODOH. Sebentar PINTAR sebentar BODOH. Disebut PINTAR dan BODOH hanya pada Waktunya Terjadi.

Contoh Saya Sendiri: Saya bisa dikatakan sedang PINTAR, jika berbicara tentang mengendarai sepeda motor(maksudnya Bisa mengendarai motor), tapi saya Bisa Dikatakan sedang BODOH, jika disuruh mengendarai Mobil.

Contoh lain: Albert Einstein Katanya seorang yang disertai dengan kejeniusan kata lainnya PINTAR. Tapi mungkin Ia akan disebut sedang mengalami keBODOHan, Jika ia disuruh Berbahasa INDONESIA.

BODOH mengandung makna "Tidak Tahu".

Masih dari pengetahuan yang saya dapat dan saya pelajari, dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW, menggunakan PINTAR dan BODOH yang menyertainya untuk melakukan Amal kebaikan.
Bagaimana Menggunakan PINTAR yang menyertainya? Dengan Melaksanakan Apa-apa perintah yang dianjurkan seperti salah satunya memberi sodakoh, atau Zakat, membantu yang kurang dimampukan dari segi materi, Nabi Muhammad SAW akan menggunakan PINTAR milik Allah, yang menyertainya, untuk dapat sungguh-sungguh dalam menjalankannya.

Tapi....
Beliau akan menggunakan BODOH, dalam melaksanakan Hal-hal yang dicegah untuk dilakukan. dengan kata lain beliau Tidak melaksanakan hal-hal yang dilarang berdasarkan Hukum yang tentu(ALQur'an).