Tampilkan postingan dengan label Nabi Muhammad SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabi Muhammad SAW. Tampilkan semua postingan

29 Januari 2009

Sebenarnya Siapa BODOH teh?

BODOH ialah mahluk milik Allah yang menyertai mahluk lainnya yang juga milik Allah seperti menyertai manusia, tapi bukan hanya BODOH yang menyertai Manusia, mahluk milik Allah yang juga menyertai manusia yaitu PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, KEINGINAN, HARAPAN, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll.(boleh ditambahkan jika berkenan).
Jika BODOH berkata, "Saya ini BODOH", kalimat tersebut sangat PAS, karena yang mengatakan kalimat tersebut ialah BODOH itu sendiri.
Jika Manusia berkata, "Saya ini BODOH", Kalimat tersebut Kurang PAS. Yang PAS menurut pengetahuan yang saya pelajari ialah "Abdi mah diterapan BODO"/"Saya mah disertai BODOH"
Maksudnya teh supaya kita lebih mengenal Anggota Negara badan yang kita tempati.
Jangan sampai kita ini Merasa Kalau : BODOH, PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, BAGEUR, BENER, KASEP, GEULIS, CANTIK, GANTENG, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll itu adalah SAYA/Abdi
Tetapi: BODOH, PINTAR, SEDIH, GEMBIRA, BAGEUR, BENER, KASEP, GEULIS, CANTIK, GANTENG, KESAL, RAJIN, GIAT, LUPA dll itu menyertai Saya.
Itulah sebabnya pada postingan sebelumnya dibahas tentang Negara Badan.
Masih dari pengetahuan yang saya pelajari dikatakan:BODOH Selamanya BODOH, dari masa nabi adam hingga kini, BODOH tetaplah BODOH, BODOH tidak pernah PINTAR, dan PINTAR tidak pernah BODOH.
PINTAR Selamanya PINTAR, dari masa nabi adam hingga kini, PINTAR tetaplah PINTAR, PINTAR tidak pernah BODOH, dan BODOH tidak pernah PINTAR.
Tapi......Seseorang, Ia disertai PINTAR dan BODOH, kadang-kadang PINTAR kadang-kadang BODOH. Sebentar PINTAR sebentar BODOH. Disebut PINTAR dan BODOH hanya pada Waktunya Terjadi.
Contoh Saya Sendiri: Saya bisa dikatakan sedang PINTAR, jika berbicara tentang mengendarai sepeda motor(maksudnya Bisa mengendarai motor), tapi saya Bisa Dikatakan sedang BODOH, jika disuruh mengendarai Mobil.
Contoh lain: Albert Einstein Katanya seorang yang disertai dengan kejeniusan kata lainnya PINTAR. Tapi mungkin Ia akan disebut sedang mengalami keBODOHan, Jika ia disuruh Berbahasa INDONESIA.
BODOH mengandung makna "Tidak Tahu".
Masih dari pengetahuan yang saya dapat dan saya pelajari, dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW, menggunakan PINTAR dan BODOH yang menyertainya untuk melakukan Amal kebaikan.Bagaimana Menggunakan PINTAR yang menyertainya? Dengan Melaksanakan Apa-apa perintah yang dianjurkan seperti salah satunya memberi sodakoh, atau Zakat, membantu yang kurang dimampukan dari segi materi, Nabi Muhammad SAW akan menggunakan PINTAR milik Allah, yang menyertainya, untuk dapat sungguh-sungguh dalam menjalankannya.
Tapi....Beliau akan menggunakan BODOH, dalam melaksanakan Hal-hal yang dicegah untuk dilakukan. dengan kata lain beliau Tidak melaksanakan hal-hal yang dilarang berdasarkan Hukum yang tentu(ALQur'an).

27 November 2007

Agama Melawan Kemiskinan?,Hmmm..

Ada Sebuah artikel yang pernah saya baca di sebuah blog dengan judul "Agama Melawan Kemiskinan".

Selain menarik untuk di baca menarik juga untuk dipikirkan, khususnya dari Judulnya.
AGAMA MELAWAN KEMISKINAN.

Hmmmm....

"bagaimana Agama melawan kemiskinan?"

"menggunakan apa agama ketika melawan kemiskinan?"

"salah apa kemiskinan, sampai-sampai agama harus melawan?"

"Siapa sih "Agama" dan "kemiskinan" itu? sampai-sampai harus ada yang melawan dan yang dilawan?"


Apakah lebih baik jika kita bertanya:

"Bagaimana dalam beragama, kita sebagai mahluk milik Allah mengatasi kemiskinan yang menyertai kita?"

Nabi Muhammad SAW dalam ajaran yang diterangkannya:
"Lahaola Walakuwata ilabillahi aliyil adzim"
"Tidak ada daya dan kekuatan milik saya, melainkan daya dan kekuatan milik Allah lah daya dan kekuatan yang menyertai saya".

Dari pelajaran ini di dapat bahwa nabi Muhammad, secara keasliannya merasa tidak memiliki apa-apa (kemiskinan). namun bukan berarti ia tidak menikmati banyaknya rezeki/harta yang dirizkikan kepadanya.

coba bandingkan, lebih baik mana?
- disertai harta yang banyak tapi menikmati *tidak memiliki apa-apa*, karena meyakini bahwa segala sesuatu itu milik Allah SWT. dan menikmati keuntungan dengan *menyadari benar* bahwa dengan tidak mengakui bahwa harta adalah milik *saya* menjadi *tidak angkuh* karena harta banyak yang menyertai.

- Tidak disertai harta banyak, dan merasakan bahwa kemiskinan adalah miliknya, dan merasakan ketidak bahagiaan karena *ketidak banyakan* harta yang menyertainya. (sedangkan jelas sekali bahwa *kemiskinan* ialah mahluk milik Allah yang menyertai mahluk lainnya)

Kemiskinan dan kekayaan ialah mahluk milik Allah, yang menyertai mahluk lain yang merupakan mahluk Allah juga. Manusia yang disertai Akal dan ilmu pengetahuan, ada baiknya berpikir,

"Bagaimana cara mengatasi kemiskinan?"

Supaya netral:

"Bagaimana cara mengatasi kekayaan?"

... menurut pada undang-undang milik Allah yang telah ditentukan (AlQur'an) agar menambah amal kebaikan bagi kita?

Mungkinkah?
- Mulailah dari diri sendiri.
- Mulailah dari hal kecil (supaya netral>> atau besar)
- Mulailah saat ini (karena sesuatu yang telah terlewat tidak akan pernah bisa kembali lagi pada saat sebelumnya)