Dari yang saya dapat dan saya pelajari.
Bismillahi sami'il 'alim
Dari buku peninggalan Mama Sepuh yang pernah saya baca, dijelaskan bahwa:
Bi ismi Allah >>> Ku nyebat Jenengan Allah (Dengan menyebut Nama Allah)
Yaa Sami'u =
He Dzat Nu Kagungan DANGU (Wahai Dzat Yang Memiliki DENGAR/PENDENGARAN)/
He Dzat Nu Nga-DANGU-keun (Wahai Dzat Yang Men-DENGAR-kan)
>>> Nama Allah yang Perkaranya Mendengar
Yaa 'Alimu =
He Dzat Nu Kagungan UNINGA (Wahai Dzat Yang Memiliki TAHU/PENGETAHUAN)
He Dzat Nu Ng-UNINGA-keun (Wahai Dzat Yang Men-TAHU-kan)
>>> Nama Allah yang Perkaranya Mengetahui
Dzat Allah Ta'alla, Dzat Yang Memiliki DENGAR/PENDENGARAN juga Dzat Yang Memiliki
TAHU/PENGETAHUAN. Sifat Mendengar ataupun Sifat Mengetahui menyertai(sunda=tumerap/terap) Mahluk, seperti manusia.
Manusia dibisakan menDENGAR(menikmati pendengaran) Karena DENGAR/PENDENGARAN milik Allah, Manusia dibisakan mengeTAHUi(menikmati pengetahuan) Karena TAHU/PENGETAHUAN milik Allah, dan lain sebagainya.
Dari mulai Nabi Adam AS digelarkan, DENGAR/PENDENGARAN telah menyertainya, hingga sekarang, begitu pula TAHU/PENGETAHUAN.
PENDENGARAN dan PENGETAHUAN milik Allah telah tunduk patuh sebagaimana tugasnya ketika menyertai manusia. PENDENGARAN dan PENGETAHUAN tidak pernah sombong ataupun berteriak "HAi... kami telah membuat manusia mendengar dan Tahu akan hal-hal yang mereka belum tahu.. Aku Hebat Ya!!!".
Sebagai bahan Tafakur, Telah kita gunakan untuk apa PENDENGARAN dan PENGETAHUAN yang menyertai kita? Apa untuk kebaikan atau keburukan?
Itu baru 2 perkara milik Allah. Bagaimana dengan perkara lainnya milik Allah yang menyertai kita? seperti PENGLIHATAN dan MATA, LANGKAH dan KAKI, GENGGAMAN dan TANGAN, PENCIUMAN dan HIDUNG, PIKIRAN dan OTAK, PERASAAN dan HATI, AKAL, KEINGINAN, HARAPAN, SENANG, SEDIH, PINTAR, BODOH, GIAT/RAJIN, MALAS dll. Telah kita gunakan untuk apa? Apa untuk kebaikan atau keburukan?
Demikian Sedikit Sharing apa-apa yang didapat. Semoga bisa menjadi bahan tafakur untuk kita semua, terutama saya pribadi.
Bi ismi Allah >>> Ku nyebat Jenengan Allah (Dengan menyebut Nama Allah)
Yaa Sami'u =
He Dzat Nu Kagungan DANGU (Wahai Dzat Yang Memiliki DENGAR/PENDENGARAN)/
He Dzat Nu Nga-DANGU-keun (Wahai Dzat Yang Men-DENGAR-kan)
>>> Nama Allah yang Perkaranya Mendengar
Yaa 'Alimu =
He Dzat Nu Kagungan UNINGA (Wahai Dzat Yang Memiliki TAHU/PENGETAHUAN)
He Dzat Nu Ng-UNINGA-keun (Wahai Dzat Yang Men-TAHU-kan)
>>> Nama Allah yang Perkaranya Mengetahui
Dzat Allah Ta'alla, Dzat Yang Memiliki DENGAR/PENDENGARAN juga Dzat Yang Memiliki
TAHU/PENGETAHUAN. Sifat Mendengar ataupun Sifat Mengetahui menyertai(sunda=tumerap/terap) Mahluk, seperti manusia.
Manusia dibisakan menDENGAR(menikmati pendengaran) Karena DENGAR/PENDENGARAN milik Allah, Manusia dibisakan mengeTAHUi(menikmati pengetahuan) Karena TAHU/PENGETAHUAN milik Allah, dan lain sebagainya.
Dari mulai Nabi Adam AS digelarkan, DENGAR/PENDENGARAN telah menyertainya, hingga sekarang, begitu pula TAHU/PENGETAHUAN.
PENDENGARAN dan PENGETAHUAN milik Allah telah tunduk patuh sebagaimana tugasnya ketika menyertai manusia. PENDENGARAN dan PENGETAHUAN tidak pernah sombong ataupun berteriak "HAi... kami telah membuat manusia mendengar dan Tahu akan hal-hal yang mereka belum tahu.. Aku Hebat Ya!!!".
Sebagai bahan Tafakur, Telah kita gunakan untuk apa PENDENGARAN dan PENGETAHUAN yang menyertai kita? Apa untuk kebaikan atau keburukan?
Itu baru 2 perkara milik Allah. Bagaimana dengan perkara lainnya milik Allah yang menyertai kita? seperti PENGLIHATAN dan MATA, LANGKAH dan KAKI, GENGGAMAN dan TANGAN, PENCIUMAN dan HIDUNG, PIKIRAN dan OTAK, PERASAAN dan HATI, AKAL, KEINGINAN, HARAPAN, SENANG, SEDIH, PINTAR, BODOH, GIAT/RAJIN, MALAS dll. Telah kita gunakan untuk apa? Apa untuk kebaikan atau keburukan?
Demikian Sedikit Sharing apa-apa yang didapat. Semoga bisa menjadi bahan tafakur untuk kita semua, terutama saya pribadi.